lalalalala~
tanggal 25 februari 2011
aku, danti, ausi, dan fira main2 ke rumah fiora
yaaa biasalah layaknya anak remaja *ciiih -__-
dirumah fiora foto-foto gitu deh..
si danti besok kan mau ultah... *apa hubungan nya nis -_-"*
ya gitulah pokoknya.. besok kita mau bikin surprice buat danti melinda putri pacarnya kak eloktheo viwano
wkwkwk
hmmmmm... si fiora dirumahnya kayak orang tolol sumfeeeh
dirumah fiora dengerin lagu enrique yang toningt im fucking you
terus.... nonton film gaje di indosiar
teruss.. foto-foto gaje
cerita-cerita..
dan guaaa posting :D
kok gua kayak orang tolol ya ??
okay thats it deh
sampe sini aja yaaa bubuy :*
Kamis, 24 Februari 2011
Sabtu, 19 Februari 2011
FIXIE
samlikum
Fixed Gear: Primitif Tapi Trendy
Sepeda fixed gear di mana-mana. Sepeda dengan ketidakmampuan untuk meluncur sendiri tanpa pedal berhenti berputar ini, makin merajalela di kota-kota besar di Indonesia. Mulai yang menggunakannya untuk alat transportasi atau olahraga, hingga yang menjadikannya fashion statement.
Sebenarnya, apa itu sepeda fixed gear, dan kenapa bisa menjadi sedemikian populernya di seluruh dunia?
Sejarah SingkatSebetulnya, sepeda fixed gear adalah bentuk paling “primitif” dari sebuah sepeda. “Anda bisa menambahkan apa saja pada sebuah sepeda, tapi akan ada saatnya di mana anda tidak bisa mengurangi komponen sebuah sepeda tanpa menghilangkan fungsi dasarnya. Itulah fixed gear,” kata Graeme Obree, pemegang rekor Hour Record dari Inggris.
Pada awalnya, semua sepeda nggak punya rantai. Entah dikayuh dengan kedua kaki macam otopet, atau memiliki pedal yang langsung terhubung ke as roda, sehingga tiap kayuhan kaki langsung memutar roda sepeda. Kelemahan dari teknologi ini, bila kita menginginkan sepeda berjalan lebih jauh tiap satu putaran pedal, berarti diameter roda harus dibuat sebesar mungkin. Batas diameter yang mungkin adalah dua kali panjang kaki pengendaranya, dan sepeda dengan roda sebesar itu sangat nggak stabil pengendaliannya. Bahaya.
Pada awalnya, semua sepeda nggak punya rantai. Entah dikayuh dengan kedua kaki macam otopet, atau memiliki pedal yang langsung terhubung ke as roda, sehingga tiap kayuhan kaki langsung memutar roda sepeda. Kelemahan dari teknologi ini, bila kita menginginkan sepeda berjalan lebih jauh tiap satu putaran pedal, berarti diameter roda harus dibuat sebesar mungkin. Batas diameter yang mungkin adalah dua kali panjang kaki pengendaranya, dan sepeda dengan roda sebesar itu sangat nggak stabil pengendaliannya. Bahaya.
Selanjutnya, kelemahan ini diatasi dengan menggunakan diameter roda yang tidak begitu besar untuk mengurangi bahaya. Untuk membuat sepeda berjalan lebih jauh setiap satu putaran pedal, maka digunakan mekanisme roda gigi dan rantai yang bisa diset dengan rasio tertentu. Ya, mirip dengan sepeda yang kita lihat sekarang.
Pada saat itu, posisi roda gigi belakang (yang terhubung ke roda belakang) adalah tetap, atau fixed. Tiap putaran pedal akan memutar roda, dan begitu pula sebaliknya. Nah, inilah yang disebut fixed gear, atau bahasa sininya “doltrap”. Karena bentuk sistem penggerak ini masih dianggap berbahaya untuk mayoritas orang, maka selanjutnya dikembangkanlah mekanisme freewheel, yang memungkinkan sepeda meluncur sendiri meskipun pedal berhenti dikayuh, atau coasting.
Dari Velodrom ke JalananSepeda fixed gear, awalnya murni digunakan untuk perlombaan di velodrom, atau kompetisi track bike. Memang, momentum yang dihasilkan dari putaran roda fixed gear akan sangat membantu pembalap untuk mencapai kecepatan setinggi-tingginya, tapi karena resiko bahayanya maka penggunaan fixed gear untuk kompetisi akhirnya dibatasi di velodrom.
Mari kita loncat sejenak ke New York. Ibukota trendsetter dunia.
Jauh sebelum faksimili, jaringan internet, dan telepon selular, keberadaan kurir atau messenger untuk mengantar dokumen di distrik bisnis New York adalah sangat vital. Berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, awalnya para messenger ini memilih untuk berjalan kaki, atau naik bus atau subway. Kultur bersepeda belum terlalu populer waktu itu, tenggelam di tengah kecintaan masyarakat Amerika pada mobil dan bahan bakar fosil.
Jauh sebelum faksimili, jaringan internet, dan telepon selular, keberadaan kurir atau messenger untuk mengantar dokumen di distrik bisnis New York adalah sangat vital. Berhadapan dengan kemacetan lalu lintas, awalnya para messenger ini memilih untuk berjalan kaki, atau naik bus atau subway. Kultur bersepeda belum terlalu populer waktu itu, tenggelam di tengah kecintaan masyarakat Amerika pada mobil dan bahan bakar fosil.
Hingga kemudian beberapa messenger imigran dari Jamaika yang memiliki latar belakang sebagai atlet track bike di negara asalnya terpikir untuk menggunakan sepeda sebagai alat transportasi. Selain minus biaya karena minim perawatan (dengan sepeda track yang notabene fixed gear, tidak perlu khawatir akan kerusakan freewheel, derailer, atau rem. Karena memang nggak ada semua), bebas macet, dan jauh lebih cepat melibas kemacetan dibanding menunggu bus atau berjalan kaki. Walaupun kini tidak semua bike messenger menggunakan sepeda fixed gear, namun messenger yang menggunakan fixed gear memiliki status sosial lebih tinggi di mata sesama messenger.
Sebagai komunitas, tentunya para messenger ini memiliki pola sub-kultur tersendiri. Kehidupan mereka yang bebas, tidak terikat pada norma masyarakat “normal”, serta profesi yang menantang dan memicu adrenalin ini menarik perhatian kalangan hipster “gaul” yang mulai tertarik bersepeda, seiring merebaknya popularitas bersepeda di seluruh dunia kurang lebih pada pertengahan dasawarsa yang barusan lewat. Para hipster modis yang melek internet ini menjadikan fixed gear sebagai bagian dari fashion statement, terutama karena biasanya sepeda yang dipakai para messenger itu simpel (ya, karena nggak ada apa-apanya, rem aja nggak ada) namun dibuat sangat personal melalui pilihan warna dan komponen yang sesuai dengan kebutuhan pemiliknya. Selanjutnya, trend baru ini dibaca oleh kalangan di dunia fashion dan apparel, dan dengan bantuan internet… menyebarlah virus baru ini ke seluruh dunia.
Kok Bisa Sampai ke Indonesia?Terima kasih kepada internet, akhirnya virus ini menyebar pula di Indonesia khususnya pada setahun belakangan ini.
Diawali dari Jakarta saat beberapa member sebuah forum khusus sepeda terbesar di Indonesia mulai saling “meracuni” dengan gambar-gambar sepeda fixed gear yang ditemukan di internet. Waktu itu, belum ada yang berani untuk membangun sepeda fixed gear, mengingat perbedaan kondisi lalu lintas Jakarta dan New York. Belum lagi keterbatasan parts yang ada di pasaran. Tapi tak butuh waktu lama untuk para pelopor ini untuk membangun fixed gear masing-masing, berbekal road bike uzur, parts akal-akalan, dan ilmu dari internet.
Diawali dari Jakarta saat beberapa member sebuah forum khusus sepeda terbesar di Indonesia mulai saling “meracuni” dengan gambar-gambar sepeda fixed gear yang ditemukan di internet. Waktu itu, belum ada yang berani untuk membangun sepeda fixed gear, mengingat perbedaan kondisi lalu lintas Jakarta dan New York. Belum lagi keterbatasan parts yang ada di pasaran. Tapi tak butuh waktu lama untuk para pelopor ini untuk membangun fixed gear masing-masing, berbekal road bike uzur, parts akal-akalan, dan ilmu dari internet.
Tidak jauh berbeda dengan negara asalnya, di Indonesia pun penggunaan fixed gear dapat dibagi dalam beberapa klasifikasi. Yang getol ngebut, yang senang nge-trick (terutama untuk penggemar yang memiliki latar belakang skill BMX atau trials, atau kebanyakan nonton Youtube), yang biasa-biasa saja tapi gemar jalan jauh, minimal untuk commuting sehari-hari, yang murni melihat sepeda ini sebagai fashion statement (dengan kata lain, doyan dandan), dan gabungan dari beberapa klasifikasi di atas. Tiap kota besar, kecenderungannya pun berbeda. Misalnya, karena akses yang terbuka, anak-anak Jakarta bisa dibilang terdepan soal masuknya barang baru dari luar negeri. Atau betapa komunitas fixed gear di Bandung lebih terkenal karena custom frame bikinan sendiri serta variasi trik dan “kecongkakan” skill yang dimiliki (coba cek fixgearcongkak ), lalu barang-barang track bike yang tergolong vintage yang jadi ciri khas anak-anak Jogja, dan lain-lain.
Yang jelas, penggemar fixed gear tulen umumnya disatukan oleh satu tujuan. Karena gemar bersepeda, dan merasakan sensasi (dan resiko bahaya) yang berbeda dari sepeda “biasa”.
Mau Dong ikut ketularan
Pengin ikut ketularan virus juga? Nah. Ini ada beberapa hal yang harus diperhatkan untuk bisa ketularan virus fixed gear. Nggak mudah, tapi juga nggak sulit. Sederhana, tapi penuh kontemplasi.
Komitmen
Lah. Syarat pertama bukannya bisa naik sepeda? Iya. Selain itu, ada yang lebih penting lagi, yaitu komitmen.
Komitmen di sini berkaitan seberapa perhatiankah kita pada kemampuan kita sendiri. Mawas diri, lah. Memang sih, salah satu daya tarik fixed gear adalah kesan minimalis yang didapat dari minimnya komponen yang terpasang, tapi kalau handling skill nggak terlalu mumpuni, ya jangan berani-beraninya ikut-ikutan nggak pakai rem. Ingat, freewheel diciptakan untuk mengurangi resiko bahaya yang terdapat di sepeda fixed gear, jadi kesimpulannya adalah sepeda fixed gear lebih berbahaya dibanding sepeda “biasa” yang menggunakan freewheel.
Lah. Syarat pertama bukannya bisa naik sepeda? Iya. Selain itu, ada yang lebih penting lagi, yaitu komitmen.
Komitmen di sini berkaitan seberapa perhatiankah kita pada kemampuan kita sendiri. Mawas diri, lah. Memang sih, salah satu daya tarik fixed gear adalah kesan minimalis yang didapat dari minimnya komponen yang terpasang, tapi kalau handling skill nggak terlalu mumpuni, ya jangan berani-beraninya ikut-ikutan nggak pakai rem. Ingat, freewheel diciptakan untuk mengurangi resiko bahaya yang terdapat di sepeda fixed gear, jadi kesimpulannya adalah sepeda fixed gear lebih berbahaya dibanding sepeda “biasa” yang menggunakan freewheel.
Pasanglah rem. Minimal depan. Urusan nantinya terpakai atau tidak, itu belakangan. Pokoknya ada dulu. Nanti, bila suatu hari skill dirasa sudah cukup mumpuni, terserah kalau itu rem mau dilepas. Tapi ingat, lakukan dengan pertimbangan matang dan rasa tanggung jawab. Bila sudah berkomitmen untuk melepas rem, segala yang terjadi setelahnya adalah tanggung jawab sendiri.
Selanjutnya, beda sama sepeda “biasa” yang mungkin udah ada di garasi atau di ruang tamu yang bisa ganti rasio gigi sesuai kebutuhan, di sepeda fixed gear cuma ada satu percepatan. Ya itu, rasio yang merupakan perbandingan antara ukuran chainring dan cog yang kita pilih. Apapun medannya, tanjakan atau turunan, macet atau lancar, kita akan terikat di pilihan rasio itu. Makanya pemilihan rasionya harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan.
Selanjutnya, beda sama sepeda “biasa” yang mungkin udah ada di garasi atau di ruang tamu yang bisa ganti rasio gigi sesuai kebutuhan, di sepeda fixed gear cuma ada satu percepatan. Ya itu, rasio yang merupakan perbandingan antara ukuran chainring dan cog yang kita pilih. Apapun medannya, tanjakan atau turunan, macet atau lancar, kita akan terikat di pilihan rasio itu. Makanya pemilihan rasionya harus disesuaikan dengan kebutuhan, dan kemampuan.
Terus, ukurannya jadi berapa? Biasanya untuk penggunaan jalan raya, rasio yang bisa dipakai adalah 65 gear inches. Untuk ukuran roda 700c, bisa gunakan chainring 46 mata, dipadu cog 18 mata. Kalau terasa terlalu enteng? Ya sudah, dibuat lebih berat saja, dengan memperbesar ukuran chainring atau memperkecil ukuran cog. Begitu pula sebaliknya.
Sepedanya
Ya iya lah. Pertanyaannya, sepeda fixed gear itu perlu sepeda khusus nggak sih?
Dikembalikan lagi pada definisi dasarnya, maka terlihat bahwa sebenarnya hampir semua sepeda bisa dijadikan sepeda fixed gear. Entah itu road bike, MTB, hybrid, sepeda lipat, BMX, sebut aja deh. Soalnya, inti ke-fixed gear-an sebuah sepeda adalah di sistem penggeraknya, khususnya hub belakang yang fixed alias nggak punya mekanisme freewheel.
Ya iya lah. Pertanyaannya, sepeda fixed gear itu perlu sepeda khusus nggak sih?
Dikembalikan lagi pada definisi dasarnya, maka terlihat bahwa sebenarnya hampir semua sepeda bisa dijadikan sepeda fixed gear. Entah itu road bike, MTB, hybrid, sepeda lipat, BMX, sebut aja deh. Soalnya, inti ke-fixed gear-an sebuah sepeda adalah di sistem penggeraknya, khususnya hub belakang yang fixed alias nggak punya mekanisme freewheel.
Lalu kenapa sepeda fixed gear identik dengan ban kurus 700c serta geometri track bike atau road bike? Jawabannya, dulunya sepeda fixed gear berangkat dari kultur track bike, dalam hal ini sepeda track yang dipakai di jalanan. Sebenarnya ada pertimbangan lain juga, yaitu karena ban kurus 700c dan geometri road/track bike itu sesuai dengan medan yang dihadapi, dalam hal ini jalanan di lingkungan urban. Logikanya, kalau kita cuma punya satu pilihan rasio gigi, tentunya kita ingin sepeda kita jadi seefisien mungkin, dong. Roda yang kurus itu akan membuat rolling resistance ke aspal jadi minimal, sehingga tenaga yang kita keluarkan tidak terbuang percuma.
Jadi kalau misalnya kita mau mengubah MTB jadi fixed gear? Nggak masalah, bisa-bisa aja. Bahkan setelah dijadikan fixed gear, MTB itu masih bisa dipakai off-road, kok.
Teknik/Skill
Terkait resiko bahayanya, maka jangan lupa pakai peralatan keselamatan. Helm yang bagus, sepatu, dan lain-lain. Ingat, menggunakan helm tidak mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, tapi mengurangi resiko akibat cedera kecelakaan.
Pertanyaan klasik tiap kali melihat sepeda fixed gear tanpa rem: ngeremnya gimana? Nah. Pengereman pada sepeda fixed gear yang brakeless, sepenuhnya mengandalkan kekuatan kaki untuk menahan putaran roda belakang. Ada beberapa teknik, tapi teknik dasarnya ya itu.
Terkait resiko bahayanya, maka jangan lupa pakai peralatan keselamatan. Helm yang bagus, sepatu, dan lain-lain. Ingat, menggunakan helm tidak mengurangi resiko terjadinya kecelakaan, tapi mengurangi resiko akibat cedera kecelakaan.
Pertanyaan klasik tiap kali melihat sepeda fixed gear tanpa rem: ngeremnya gimana? Nah. Pengereman pada sepeda fixed gear yang brakeless, sepenuhnya mengandalkan kekuatan kaki untuk menahan putaran roda belakang. Ada beberapa teknik, tapi teknik dasarnya ya itu.
Kedengaran lebih mudah diucapkan daripada dilakukan? Memang iya. Terutama pada kecepatan tinggi, di mana momentum putaran roda belakang sudah terlalu besar untuk ditahan kaki. Dalam kondisi ini ada kemungkinan kaki terlepas dari pedal, dan itu sangat bahaya karena ada kemungkinan betis atau kaki “ditabok” pedal atau crank arm dari belakang. Untuk menghindarinya, maka penggunaan foot retention atau mekanisme untuk menjaga agar kaki tetap berada di pedal adalah sangat penting. Bentuknya bisa toe clip/straps atau tali pedal yang biasa ditemui di road bike jaman dulu, atau pasangan sepatu dan pedal clipless.
Selanjutnya, berbelok. Karena pedal akan ikut berputar seiring putaran roda belakang, maka saat kita memiringkan sepeda saat berbelok, tak ada kesempatan untuk menjaga pedal agar tetap berada di posisi jam 3 dan jam 9. Dengan kata lain ada resiko pedal mentok ke aspal (pedal strike), terutama pada sepeda fixed gear yang dibangun dari rangka road bike, yang biasanya bottom bracket shell-nya lebih dekat ke aspal dibanding track bike. Resiko lain, pedal bisa juga mentok ke roda depan saat berbelok patah (toe overlap). Lagi-lagi biasanya terjadi pada sepeda fixed gear yang merupakan konversi dari road bike, yang punya jarak sumbu roda lebih pendek dibanding track bike.
Selanjutnya, berbelok. Karena pedal akan ikut berputar seiring putaran roda belakang, maka saat kita memiringkan sepeda saat berbelok, tak ada kesempatan untuk menjaga pedal agar tetap berada di posisi jam 3 dan jam 9. Dengan kata lain ada resiko pedal mentok ke aspal (pedal strike), terutama pada sepeda fixed gear yang dibangun dari rangka road bike, yang biasanya bottom bracket shell-nya lebih dekat ke aspal dibanding track bike. Resiko lain, pedal bisa juga mentok ke roda depan saat berbelok patah (toe overlap). Lagi-lagi biasanya terjadi pada sepeda fixed gear yang merupakan konversi dari road bike, yang punya jarak sumbu roda lebih pendek dibanding track bike.
Tapi apakah naik fixed gear sesulit itu? Nggak juga, sih. Bisa dipelajari. Dan ingat, selama proses belajar itu, jangan ngelepas rem dulu. Atau cuma pakai rem belakang, itu sih sama aja bohong. Untuk memberhentikan sepeda secara efektif, nggak ada yang mengalahkan dahsyatnya rem depan. Biasakan juga untuk mengasah kemampuan untuk memprediksi jalur yang akan diambil di tengah lalu lintas jalan raya, untuk menghindari keharusan berbelok patah.
Kalau sudah ketemu selahnya, bersiaplah untuk jadi kecanduan bila sudah mulai bisa menikmati sensasi bersepeda fixed gear.
wasalamlikum
yayaya ini beberapa kolek foto gua
eya eya eya foto yang ini di edit sama FIORA DIAMOUR
yayaya kalo yang ini di puncak
lalalalalalala~ ini temyan temyan kyuh :p
K.A.N.G.E.N
hay hay bloggiest
gua kangen banget sama kak Robby Apriyansyah
hp gua rusak nih aaaaah ngegalau lagi deh kk
sekian
180111-020211-180211
LO TAU DI ATAS TANGGAL APA ??
nah ya udah deh pas pulang sekolah gua jawab pertanyaan dia yang kemarin dan gua bilaaaaaang........
IYA yeeee prok prok fabulous fabulous (?)
nah pertaberapa gitu gua lupa dia ngajak ketemuan tapi gua ngajak fiora, tapi yang lain pada ngikut jadinya gak jadi.. sampenya gua dirumah dia ngeluh gua kasian sama dia karna gua sayang sama dia aw aw aw
nah lu tau apa !!
tanggal 020211 gua putus sama dia padahal itu 2 minggu nya gua sama dia
gua yang mutusin
dan..........
kita tetep kontek-kontekan kayak dulu.. dia masih manggil gua sayang loh :D
dan tanggal 180211 gua balikan deh sama dia tanggal dimana gua niv sama dia, tapi tanggal 190211-nya hp gua rusak.. aaah gua jadi gak bisa smsan sama dia :(
cukup segitu curhatnya yah kapan-kapan lagi
jangan merindukan ku :)
okay gua bakal jelasin *nis please jangan rusuh bisa kali*
180111 itu tanggal jadia gua sama kak RA..
dia tuh nembaknya gini.. hari sebelum nya yaitu tanggal 170111 itu gua smsan sama
dia baik banget deh smsan nya aduuh pokoknya bikin gua ngeplai ampe bolong tembok rumah gua *skip lebay
dia bilang langsung to the point.. dia bilang gini... nih dia bilang .. kayak gituu...
kak RA : kamu mau gak jadi pacar kakak ?
gua : aku masih bingung kak, mungkin besok aku jawab nya
kak RA : oke gapapa :)nah tanggal 180111 kak RA itu kalo gua lagi pengen ke kantin pasti dia masuk ke kelas nya terus ngumpet dari gua nah itu bikin jantung gua cenat cenut tiap ada dia hahah *l.e.b.a.y
nah ya udah deh pas pulang sekolah gua jawab pertanyaan dia yang kemarin dan gua bilaaaaaang........
IYA yeeee prok prok fabulous fabulous (?)
nah pertaberapa gitu gua lupa dia ngajak ketemuan tapi gua ngajak fiora, tapi yang lain pada ngikut jadinya gak jadi.. sampenya gua dirumah dia ngeluh gua kasian sama dia karna gua sayang sama dia aw aw aw
nah lu tau apa !!
tanggal 020211 gua putus sama dia padahal itu 2 minggu nya gua sama dia
gua yang mutusin
dan..........
kita tetep kontek-kontekan kayak dulu.. dia masih manggil gua sayang loh :D
dan tanggal 180211 gua balikan deh sama dia tanggal dimana gua niv sama dia, tapi tanggal 190211-nya hp gua rusak.. aaah gua jadi gak bisa smsan sama dia :(
cukup segitu curhatnya yah kapan-kapan lagi
jangan merindukan ku :)
su di me
okeh lets start..
emm mulai dari mana ya kita perkenalan nya ??
oke nama gua annisa rama danti
gua sekolah di smpn 1 depok
gua manusia biasa yang perlu money money and money
gua suka jalan-jalan suka shopping suka semua nya, tapi gua gak suka main lumpur karna gua buka babi skip-_-
gua punya sahabat namanya ada fiora, dea, ausi, fira, dan danti << namanya copas gua
okay skip.. lanjut ke lain topik
gua suka nari, nyanyi menggila dll
gua mau go international tapi gak kesampean soalnya jadi artis aja gua gak bisa -__-'
gua punya cita-cita jadi designer tapi......... gua gak bisa ngejahit nah itu dodol nya gua
okay lets talk about my fams
gua punya 1 adek namanya rifqi nail farhan
gua punya 1 mama namanya mutiara permatasari
gua punya 1 bokap namanya yudi yuhana
dan lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo dan LO tau gak mereka itu nyebelin semua ?? okay gua gak mau terlalu terbuka diblog gua *skip-_-
alihkan pembicaraan..
bahas soal kisah asmara gua
gua punya pacar inisialnya RA oyaoya doain ya mudah2an gua longlast sama dia
karna gua sayang banget sama dia *curhat tetep cyin
okay bahas pelajaran..
gua paling sebel sama guru geography gua namanya namanya bu erni
dia tuh super duper hiper kuper(loh) nyebelin
TOGASELO! selain dia budek dia suara nya kecil banget !!
kerjaan nya ?? MARAH-MARAH MULU
okay gua gak mau banyak ngoceh disini..
hmm talk about "su di me" ada yang tau arti dari itu ??
kalo gak tau searching di google tanya sama nyonya google dia adalah situs terpintar
HAHA su di me itu adalaaaaaah..... arti dari su di me adalah.... su di me = tentang saya
kata itu diambil dari bahasa itali, itu juga gua dapet google translate
maklum anak kelas 7 smp mau belajar dan mendalami bahasa itali tapi gak kesampean jadi gini deh
oya oya !!
gua punya twitter sama facebook
emm mulai dari mana ya kita perkenalan nya ??
oke nama gua annisa rama danti
gua sekolah di smpn 1 depok
gua manusia biasa yang perlu money money and money
gua suka jalan-jalan suka shopping suka semua nya, tapi gua gak suka main lumpur karna gua buka babi skip-_-
gua punya sahabat namanya ada fiora, dea, ausi, fira, dan danti << namanya copas gua
okay skip.. lanjut ke lain topik
gua suka nari, nyanyi menggila dll
gua mau go international tapi gak kesampean soalnya jadi artis aja gua gak bisa -__-'
gua punya cita-cita jadi designer tapi......... gua gak bisa ngejahit nah itu dodol nya gua
okay lets talk about my fams
gua punya 1 adek namanya rifqi nail farhan
gua punya 1 mama namanya mutiara permatasari
gua punya 1 bokap namanya yudi yuhana
dan lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo lo dan LO tau gak mereka itu nyebelin semua ?? okay gua gak mau terlalu terbuka diblog gua *skip-_-
alihkan pembicaraan..
bahas soal kisah asmara gua
gua punya pacar inisialnya RA oyaoya doain ya mudah2an gua longlast sama dia
karna gua sayang banget sama dia *curhat tetep cyin
okay bahas pelajaran..
gua paling sebel sama guru geography gua namanya namanya bu erni
dia tuh super duper hiper kuper(loh) nyebelin
TOGASELO! selain dia budek dia suara nya kecil banget !!
kerjaan nya ?? MARAH-MARAH MULU
okay gua gak mau banyak ngoceh disini..
hmm talk about "su di me" ada yang tau arti dari itu ??
kalo gak tau searching di google tanya sama nyonya google dia adalah situs terpintar
HAHA su di me itu adalaaaaaah..... arti dari su di me adalah.... su di me = tentang saya
kata itu diambil dari bahasa itali, itu juga gua dapet google translate
maklum anak kelas 7 smp mau belajar dan mendalami bahasa itali tapi gak kesampean jadi gini deh
oya oya !!
gua punya twitter sama facebook
- twitter : @dantidantoy
- facebook : Annisa Rama Danti
yang mau follow dan add yok mareee kalo kalian nge-greet gua pasti gua fllwbck dan cnfrm kok :)
mau ngasih tau apa lagi ya tentang gua ?? hmm
kalian kalo mau tau lebih lanjut tentang saya add facebook gua aja *penbat eksis lu nis -__-* *biarin aja napa*
okay thats all aja deh
TERIMAKASIH :)
Langganan:
Komentar (Atom)



